Senin, 29 September 2014



Reading course 3
Konsep dasar etika umum

H.) Hati nurani
Hati nurani adalah bagian yang tak terpisahkan dari manusia, karena allah menjadikannya bagian dari diri seseorang. Jadi, hsti nurani menghakimi hatu nurani juga dapat dilatih oleh pikiran dan perbuata, keyakinan dan aturan yang ditanamkan dalam pikiran seseorang melalui pelaaran dan pengalamn.

I.) Shame culture and Guilt culture
·        Shame culture adalah kebudayaan dimana pengertian-pengetian seperti “Hormat”, “Reputasi”, “ Nama baik”, “Status”, dan “Gengsi” sangat ditekankan.
·        Guilt culture adalah kebudayaan dimana pengertian-pengertian seperti “Dosa” (sin), “Kebersalahan” (guilt), dan sebagainya sangat di pentingkan.
Ciri-ciri shame culture :
1.     ditandai rasa malu
2.     menekankan pengetian hormat, reputasi, nama baik, status, dan gengsi
3.     bila melakukan kejahatan harus disembunyikan dari orang lain
4.     hati nurani hampir tidak berperan
Ciri-ciri guilt culture :
1.     ditandai rasa malu
2.     kendati suatu kejahatan tidak diketahui oleh orang lain, pelaku tetap merasa bersalah
3.     hati nurani sangat berperan penting
4.     ditandai oleh martabat manusia

J.) Kebebasan dan Tanggung jawab
Menurut kamus John kersey mengartikan bahwa “Kebebasan” adalah sebagai kemerdekaan atau bebas meninggalkan. Artinya semua orang bebas untuk tidak melakukan atau melakukan suatu hal.
Tanggung jawab berkaitan dengan “Penyebab” yang bertanggung jawab hanya yang melakukan tindakan tidak ada tanggung jawab tanpa kebebasan atau sebaliknya.

K.) Nilai dan Norma
Hubungan antara nilai dengan norma terletak pada dijadikannya nilai sebagi sumber dari aturan-aturan yang menuntun tingkah laku manusia agar harapan-harapannya dapat menjadi kanyataan.

L.) Hak dan Kewajiban
·        hak adalah sesuatu yang mutlak menjadi milik kita dan penggunaannya tergantung kepada kitaa sendiri.
·        Kewajiban adalah sesuatu yang dilakukan dengan tanggung jawab.
Sebaimana yang telah diatur oleh UUD 1945 maka kita harus melaksanakan hak dan kewajiban kita sebagai warga negara dengan tertib yang meliputi :
1.     hak dan kewajiban dalam bidang politik
2.     hak dan kewajiban dalam bidang sosial budaya
3.     hak dan kewajiban dalam bidang hankam
4.     hak dan kewajiban dalam bidang ekonomi

M.) Menjadi manusia yang baik
Suatu kenyataan yang tidak dapat dibantah, kita didunia ini tidak dapat hidup sendirian, tidak dapat hidup sebatang kara. Kita semua ini bukanlah malaikat, yang dapat hidup dengan tidak makan, minum, dan lain sebagainya. Kita adalah manusia, kita adalah anak Adam yang tidak boleh tidak pasti mempunyai banyak keperluan hidup, baik bersifat rohani maupun yang bersifat jasmani, baik yang primer maupun yang sekunder.
Kita semua tahu hampir semua kebutuhan hidup kita ini sampai kepda kebutuhan hidup kita yang sekecil-kecilnya sekalipun tidak mungkin dapat kita cukupi hanya dengan usaha tangan kita sendiri tanpa bantuan orang lain. Kita makan misalnya, setiap suap nasi yang kita makan, kita memerlukan bantuan puluhan atau bahkan ratusan dan ribuan orang lain yang bekerja mewujudkan setiap suap nasi kita itu, sejak mulai biji padi dijatuhkan di tanah, sampai akhirnya berwujud nasi yang siap untuk dimakan. Misalnya lagi, kita mencari ilmu. Setiap bagian ilmu yang kita pelajari, pastilah sebelum itu sudah banyak sekali orang lain yang telah bekerja bersusah payah sehingga ilmu itu dapat dan mudah kita pelajari. Kita tinggal membaca buku atau mendengarkannya, dan kita tidak melakukan penyelidikan mulai dari nol ketika ilmu itu belum ditemukan. Dan lain sebagainya. Jadi saudara-saudara kita semua pasti memerlukan bantuan orang lain. Dan hajat kita akan bantuan orang lain, bergaul dengan orang lain. Dengan kata lain, kita semua ini harus hidup bermasyarakat. Itulah sebabnya sudara-saudara, para sosiolig berkata bahwa; “manusia adalah makhluk social”
1.     Manusia diciptakan dengan penuh kesempurnaan akal dan pikiran oleh Allah Swt, kemudian harus berinteraksi dengan sekitarnya dengan cara yang dibenarkan sehingga kehidupan bersama yang damai dan penuh rasa aman dapat tercapai.
2.     Akhlak secara terminologi tingkah laku seseorang yang didorong oleh suatu keinginan secara sadar untuk melakukan perbuatan baik. Dan akhlak bersumber pada agama. Moral Adat istiadat yang menjadi dasar untuk mengukur apakah perbuatan seseorang baik atau buruk
3.     Budi pekerti Budi berarti sadar atau yang menyadarkar Pekerti berarti kelakuan Perpaduan dari hasil rasio dan rasa yang bermanifestasi pada karsa dan tingkah laku manusia
4.     Ruang Lingkup Akhlak Akhlak berkeluarga Akhlak Pribadi Akhlak Bermasyarakat Akhlak Bernegara Akhlak Beragama
5.     Keutamaan dan Watak Moral Keutamaan adalah: Disposisi watak yang telah diperoleh seseorang dan memungkinkannya untuk bertingkah laku baik secara moral Disposisi berarti suatu kecenderungan yang tetap Keutamaan berkaitan dengan kehendak / motif Keutamaan diperoleh dari membiasakan diri (hasil latihan)Misalnya: Kemurahan Hati
6.     Royalah Dalam Memberikan Pujian.  Buatlah Orang Lain Merasa Dirinya Sebagai Orang Penting. Jadilah Pendengar Yang Baik.  Usahakan Untuk Menyebut Nama Orang Dengan Benar.  Bersikaplah Ramah. Bermurah Hatilah.  Hindari Kebiasaan Mengkritik Dan Mencela. Bersikaplah Asertif.  Perbuatlah Apa Yang Anda Ingin Orang Lain Perbuat Kepada Anda. 
7.     Ialah tingkat yang paling rendah yaitu kita bergaul dengan orang lain hanya sekedar kita tidak membuat susah kepada orang lain dan tidak mengganggu mereka. Bergaul yang baik dengan orang lain menurut tingkat kedua ini kita bergaul tidak secara pasif lagi tetapi secara aktif, dengan kita berbuat dan bermanfaat bagi orang lain. Kita tidak sekedar hanya “tidak menggangu orang lain”, tetapi lebih dari itu kita sudah memberikan sesuatu yang bermanfaat kepada orang lain.
8.     Menurut cara bergaul yang ketiga ini, kita tidak hanya sekedar “tidak mengganggu orang lain dan tidak hanya sekedar memberi manfaaat kepada orang lain” seperti pada cara bergaul menurut tingkat pertama dan kedua, melainkan lebih dari itu kita sudah berbuat ke tingkat yang lebih sempurna lagi, yaitu kita menahan diri dengan sabar terhadap tindakan orang lain yang menyakitkan kita, bahkan kita balas perbuatan yang tidak baik itu dengan kebaikan.
9.     Untuk dapat berbuat baik kepada semua orang dalam bidang publik, orang sebetulnya tak perlu menonjolkan apa agamanya, tetapi sebaliknya menekankan kemanusiaannya. “Tak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang menyerahkan nyawanya untuk sahabat-sahabat-Nya”.
10.                   Untuk membentuk manusia yang baik dan berguna bergantung pada proses pendidikan yang dilakukan di dalam Keluarga, di sekolah dan masyarakat.

Senin, 22 September 2014




Konsep dasar Etika umum
A.) Etika dan Moral
·         Etika merupakan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan upaya menentukan perbuatan yang dilakukan manusia untuk dikatakan baik atau buruk.
·         Moral suatu istilah yang digunakan untuk menentukan batas-batas dari sifat, kehendak, pendapat atau perbuatan yang secara layak dapat di katakan benar, salah, baik atau buruk.
Etika dan moral tersebut dihubungkan satu dengan yang lainnya kita dapat mengatakan bahwa antara etika dan moral memiliki objek yang sama-sama membahas tentang manusia.

B.) Amoral dan Imoral
Imoral dan Amoral sering tercampur aduk, bahkan di media      masa pun sering salah menggunakannya
·         Amoral : tidak terkait dengan moral, non-moral
·         Imoral   : bertentangan dengan moral yang baik

C.) Etika dan Etiket
Etika dan Etiket adalah hal yang menyangkut perilaku manusia, namun kedua-duanya memiliki perbedaan
·         Etika berasal dari bahasa yunani, yaitu Ethos yang bermakna watak kebiasaan
·         Etiket berasal dari bahasa perancis, yaitu Etiquette yang berarti sopan santun.
D.) Etika sebagai cabang Filsafat
Pada dasarnya, Etika merupakan cabang filsafat yang mengenakan      refleksi serta metode pada tugas manusia dalam upaya menggali nilai-nilai moral sebagian ilmu, etika mencari kebenaran dan sebagai filsafat, ia mencari keterangan (benar) yang sedalam-dalamnya. Sebagai ilmu dan filsafat, etika menghendaki ukuran yang umum, tidak berlaku untuk sebagian dari manusia, tetapi untuk semua manusia.

E.) Peranan etika dalam dunia modern
Di dunia modern saat ini, kita tidak bisa menghindari kemajuan teknologi yang ada maka dari itu, kita tidak boleh melupakan etika yang da dalam negara kita. Karena kemajuan teknologi yang ada sangatlah banyak, maka kita kita harus berpegang pada etika dan nilai moral negara kita untuk menyaring kemajuan teknologi yang masuk ke negara kita. Dan bagi warga negara kita yang berada di luar negeri mereka juga harus berpegang pada etika dan nilai moral yang ada pada negara kita agar tidak terpengaruh oleh hal-hal negatif yang ada.

F.) Moral dan Agama
Hubungan agama dan moral berbicara tentang moral asosiasinya akan tertuju pada penentuan baik dan buruk sesuatu, dengan rasio atau tradisi dapat juga dengan lainnya seseorang dapat menentukan baik dan buruk.

G.) Moral dan Hukum
·         Kata moral selalu mengacu pada baik buruknya manusia dengan manusia. Norma-norma moral adalah tolak ukur untuk menentukan betul salahnya sikap dan tindakan manusia dilihat dari segi baik-buruknya sebagai manusia dan bukan sebagai pelaku peran tertentu dan terbatas.
·         Hukum adalah norma-norma yang di tuntut dengan tegas oleh masyarakat karena dianggap perlu demi keselamatan dan kesejahteraan umum. Norma hukum adalah norma yang tidak dibiarkan untuk di langgar.
Terdapat hubungan erat antara moral dan hukum keduanya saling mengandalkan dan sama-sama mengatur perilaku manusia. Hukum membutuhkan moral, hukum tidak berarti banyak kalau tidak dijiwai oleh moralitas. Tanpa moralitas, hukum adalah kosong karena itu, hukum harus selalu di ukur dengan norma moral.

Senin, 15 September 2014



Nama         : Tiara Oktiviani
Jurusan      : DIV Kebidanan


Humaniora sebagai ilmu, teknologi, dan nilai

Humaniora dan pengembangan ilmu dan teknologi
Penguasaan dan pengembangan ilmu dan teknologi adalah amanat kemanusiaan, oleh karena itu harus memberi manfaat bagi kesejahteraan manusia. Humaniora membawa nilai-nilai  tersebut nilai-nilai yang universal tanpa humaniora pengembangan ilmu dan teknologi tidak lagi bermanfaat bagi manusia. Perkembangan tersebut meimbulkan hedonisme yang bermula di masyarakat.

Ilmu Humaniora
          Menurut kamus besar bahasa indonesia edisi keempat, Humaniora berarti “Ilmu Pengetahuan” yang menafsirkan makna kehidupan manusia di dunia dan berusaha menafsirkan martabat kepada penghidupan dan eksitensi manusia. Sedangkan menurut  kamus besar bahasa inggris disebut Humanities adalah cabang kajian yang menyelidiki konsep-konsep dan persoalan-persoalan manusia yang berbeda dengan proses-proses alami. Jadi dari pengertian diatas, kita dapat menyimpulkan:
1.     Humaniora adalah ilmu yang mengkaji hakikat manusia beserta persoalan-persoalan manusiawi mereka dengan tujuan untuk meraih kualitas kehidupan yang lebih baik.
2.     Humaniora terdiri dari cabang-cabang ilmu lain di antaranya bahasa, sastra, filsafat, sejarah, dan seni.

Nilai Humaniora
          Humaniora sebagai nilai yang berarti bahwa ilmu humaniora ini sangat mengutamakan nilai atau norma-norma dalam masyarakat di kehidupan sehari-hari. Saat berinteraksi atau berkomunikasi antar sesama manusia sebaiknya kita wajib mangapa batas-batas norma. Pada hakikatnya humaniora adalah ilmu-ilmu yang bersentuhan dengan nilai-nilai kemanusiaan yang mencakup etika, logika, pendidikan pancasila, pendidikan kewarganegaraan, agama, dan fenomelogi.
          Humaniora sebagai pengemban nilai-nilai telah dijelaskan bahwa adanya akal dan budidaya pada manusia telah menyebabkan adanya perbedaan cara dan pola hidup di antara keduanya. Oleh karena itu akal dan budi menyebabkan manusia memiliki cara pola dan hidup yang berdimensi ganda, yakni kehidupan yang bersifat material dan kehidupan yang bersifat spiritual.