Reading course 5
F.)
Manfaat belajar filsafat ilmu pengetahuan
Untuk menarik beberapa pemikiran mengenai kegunaan filsafat
ilmu pengetahuan, sebaiknya kita memulainya dengan memahami terlebih dahulu apa
manfaat dari mempelajari filsafat pada umumnya. Secara umum dikatakan bahwa
filsafat memiliki dua kegunaan yang saling mendukung, yakni kegunaan bagi
individual dan kegunaan bagi kehidupan sosial.
Dari
segi manfaat atau kegunaan
bagi individu, beberapa hal dapat dikatakan mengenai manfaat filsafat ini :
- Filsafat berguna untuk memuaskan keinginan tahu individu yang sifatnya sederhana (belum complicated).
- Filsafat dapat membantu individu untuk menemukan prinsip-prinsip yang benar yang sangat bermanfaat dalam mengarahkan hidup dan perilakunya.
- Filsafat sangat membantu individu untuk memperdalam hidupnya
Sementara itu, dari segi manfaat
atau kegunaan bagi masyarakat, beberapa hal dapat dikatakan mengenai manfaat
filsafat ini.
a)
Prinsip-prinsip atau pemikiran filsafat membentuk organisasi sosial berdasarkan
basis atau fondasi tertentu yang sifatnya permanen.
b)
Filsafat sosial terdiri dari serangkaian prinsip-prinsip atau hukum-hukum yang
menuntut keyakinan dan penerimaan atas kebenaran mereka.
G.) Ruang lingkup dan
kedudukan filsafat
Dibandigkan
dengan ilmu-ilmu tentang manusia (human studies), filsafat manusia mempunyai
kedudukan yang kurang lebih “sejajar”, terutama kalau manusia (seperti
sosiologi, antropologi, psikologi) adalah gejala manusia. Baik filsafat manusia
maupun ilmu-ilmu tentang manusia, pada dasarnya bertujuan untuk menyelidiki,
menginterpretasi, dan memahami gejala-gejala atau ekspresi-ekspresi manusia.
Ini berarti bahwa gejala atau ekspresi manusia, baik merupakan objek kajian
filsafat manusia maupun ilmu-ilmu mengenai manusia.
H.) Sejarah
perkembangan ilmu
Ilmu
pengetahuan pada awalnya merupakan sebuah sistem yang dikembangkan untuk
mengetahui keadaan lingkungan disekitanya. Selain itu, ilmu pengetahuan juga
diciptakan untuk dapat membantu kehidupan manusia menjadi lebih mudah. Pada
abad ke-20 dan menjelang abad ke-21, ilmu telah menjadi sesuatu yang substantif
yang menguasai kehidupan manusia. Namun, tak hanya itu, ilmu pengetahuan yang
sudah berkembang sedemikian pesat juga telah menimbulkan berbagai krisis
kemanusiaan dalam kehidupan. Hal ini didorong oleh kecenderungan pemecahan
masalah kemanusiaan yang lebih banyak bersifsat sektoral. Salah satu upaya
untuk menyelesaikan masalah-masalah kemanusiaan yang semakin kompleks tersebut
ialah dengan mempelajari perkembangan pemikiran filsafat.
I.) Landasan penelahaan ilmu
Secara singkat uraian landasan ilmu itu
adalah sebagai berikut :
- Landasan ontologi adalah tentang objek yang ditelaah ilmu.
- Landasan epistemologi adalah cara yang digunakan untuk mengkaji atau menelaah sehingga diperolehnya ilmu tersebut.
- Landasan aksiologi adalah berhubungan dengan penggunaan ilmu tersebut dalam rangka memenuhi kebutuhan manusia.
J.)
Sarana berfikir ilmiah
Untuk melakukan kegiatan ilmiah dengan
baik, diperlukan sarana berpikir. Tersedianya sarana tersebut memungkinkan
dilakukannya penelaahan ilmiah secara cermat dan teratur. Penguasaan sarana
berpikir ilmiah ini merupakan suatu hal yang bersifat imperatif bagi
siapa saja yang sedang melakukan kegiatan ilmiah. Tanpa kita menguasai hal ini,
maka kegiatan ilmiah yang baik tidak dapat dilakukan.
Perbedaan utama antara manusia dan binatang adalah terletak pada "kemampuan manusia untuk mengambil jalan melingkar" dalam mencapai tujuannya. Seluruh pikiran binatang dipenuhi oleh kebutuhan yang menyebabkan mereka secara langsung mencari obyek yang diinginkannya, atau membuang benda yang dianggap menghalanginya. Sarana ilmiah pada dasarnya merupakan "alat yang dapat membantu kegiatan ilmiah" dalam berbagai langkah yang harus ditempuh. Pada langkah tertentu, diperlukan sarana yang tertentu pula. Oleh sebab itulah, maka sebelum kita mengkaji sarana-sarana berpikir ilmiah ini, seyogyanga kita sudah mengetahui langkah-langkah dalam kegiatan ilmiah.
Dengan jalan ini, maka kita akan sampai pada hakikat sarana yang sebenarnya, sebab sarana merupakan alat yang dapat membantu kita dalam mencapai suatu tujuan tertentu. Atau dengan kata lain, sarana ilmiah mempunyai fungsi-fungsi yang khas dalam kaitannya dengan kegiatan ilmiah secara menyeluruh.
Sarana berpikir ilmiah ini, dalam proses pendidikan kita, merupakan bidang studi tersendiri.
Sarana berpikir ilmiah ini, dalam proses pendidikan kita, merupakan bidang studi tersendiri. Artinya, kita mempelajari sarana berpikir ilmiah ini seperti kita mempelajari berbagai cabang ilmu.
Perbedaan utama antara manusia dan binatang adalah terletak pada "kemampuan manusia untuk mengambil jalan melingkar" dalam mencapai tujuannya. Seluruh pikiran binatang dipenuhi oleh kebutuhan yang menyebabkan mereka secara langsung mencari obyek yang diinginkannya, atau membuang benda yang dianggap menghalanginya. Sarana ilmiah pada dasarnya merupakan "alat yang dapat membantu kegiatan ilmiah" dalam berbagai langkah yang harus ditempuh. Pada langkah tertentu, diperlukan sarana yang tertentu pula. Oleh sebab itulah, maka sebelum kita mengkaji sarana-sarana berpikir ilmiah ini, seyogyanga kita sudah mengetahui langkah-langkah dalam kegiatan ilmiah.
Dengan jalan ini, maka kita akan sampai pada hakikat sarana yang sebenarnya, sebab sarana merupakan alat yang dapat membantu kita dalam mencapai suatu tujuan tertentu. Atau dengan kata lain, sarana ilmiah mempunyai fungsi-fungsi yang khas dalam kaitannya dengan kegiatan ilmiah secara menyeluruh.
Sarana berpikir ilmiah ini, dalam proses pendidikan kita, merupakan bidang studi tersendiri.
Sarana berpikir ilmiah ini, dalam proses pendidikan kita, merupakan bidang studi tersendiri. Artinya, kita mempelajari sarana berpikir ilmiah ini seperti kita mempelajari berbagai cabang ilmu.